Vemale.com - Seberapa banyak MSG (monosodium glutamate), vetsin, atau micin yang Anda konsumsi setiap hari? Memang sih makanan jadi terasa lebih sedap ketika kita sudah menambahkan penyedap rasa sintetis ini ke dalam makanan. Tapi, tahukah Anda dampak negatif yang ditimbulkan dari mengonsumsi MSG yang berlebihan? Dan sebenarnya sejak kapan sih MSG itu diproduksi?

Seperti yang dilansir oleh health.howstuffworks.com, ada beberapa dampak yang berkaitan dengan konsumsi MSG. Dampak tersebut meliputi sensasi terbakar pada mulut, kepala, dan leher, lengan tangan dan kaki yang melemah, sakit kepala, dan perut yang terasa tidak nyaman dalam jangka waktu 15 menit setelah mengonsumsi makanan yang mengandung MSG. Dalam sebuah penelitian yang menggunakan tikus percobaan membuktikan bahwa konsumsi MSG bisa menimbulkan obesitas, rasa malas atau tidak aktif, dan fluktuasi hormon. Dampak yang lebih parah akibat konsumsi MSG yang berlebihan antara lain terkena sejumlah penyakit berbahaya seperti tekanan darah tingggi, stroke, dan kanker.

Sejak kapan MSG diproduksi? Pada tahun 1908, orang Jepang menemukan tipe rasa yang kelima yang disebut "unami". Rasa "unami" atau gurih inilah yang menjadi cikal bakal pembuatan MSG. Dulu, MSG itu dalam bentuk rumput laut yang menjadi bumbu masakan paling umum di Cina selama ratusan tahun. MSG tidak hanya ditemukan di makanan Cina saja, makanan seperti keripik, sup, dan makanan siap saji kini mengandung banyak MSG. Bahkan kita sendiri kadang merasa belum puas atau mantap dengan masakan buatan sendiri jika belum menambahkan MSG di dalamnya. Tapi, mengingat akan dampak negatif dari konsumsi MSG ini, sebaiknya kita mulai beralih untuk menggunakan bumbu-bumbu yang lebih alami dan tetap bisa membuat rasa masakan lebih sedap.

Untuk membuat makanan terasa lebih sedap, enak, dan tanpa efek berbahaya seperti yang ditimbulkan oleh MSG, kita bisa menggunakan bahan-bahan ini. Agar makanan lebih sedap, kita bisa menggunakan garam, keju, daging, jamur, tomat, asparagus, kacang almond, dan ikan teri. Selain menggunakan bahan-bahan tersebut, kita juga bisa menggunakan teknik masak tertentu agar bisa menghasilkan makanan yang lebih sehat tanpa MSG tetapi dengan rasa yang lebih sedap, seperti memanggang, merebus, atau memasak daging dengan sedikit air. Tujuan dari teknik masak ini adalah untuk memecah kandungan glutamat alami dari bahan makanan yang kita masak, sehingga rasanya bisa lebih gurih.

(vem/nda)



Sumber:https://www.vemale.com/tips-dapur/59455-tips-membuat-makanan-lebih-gurih-dan-sehat-tanpa-msg-atau-vetsin.html?utm_source=Detail-Artikel&utm_medium=baca-juga&utm_campaign=vem-annual-report&utm_content=artikel-crosslink

0 komentar:

Posting Komentar

 
TOSERBA FAJAR - Sahabat Ummat © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top